Makanan-makanan penyebab penuaan dini? Apa saja ya?



Siapa orangnya yang tak tergiur dengan kelezatan sosis goreng, keripik kentang, kue pastri, steak ataupun minuman ringan seperti soda dan cola. Semua jenis makanan ini memang dapat memberi Anda sensasi dan kenikmatan. Namun meskipun begitu, ada baiknya Anda mencoba mulai berpikir dua kali untuk tidak menyantap makanan-makanan ini terlalu sering. Bukan tanpa sebab, karena menurut sejumlah pakar nutrisi, jenis makanan seperti itu dapat mempercepat proses penuaan. Meski penuaan adalah hal lumrah dalam hidup seseorang, namun Anda tak ingin jika penuaan itu terjadi sebelum waktunya kan?
Adapun alasannya, tak lain tak bukan adalah dikarenakan sebagian besar makanan tersebut mengandung kadar lemak dan gula yang sangat tinggi, sehingga memberi dampak kurang baik terhadap tubuh. Lebih mengejutkannya lagi, ternyata yang menjadi makanan pokok kita sehari-hari juga menjadi penyebab penuaan dini.

1. Nasi Putih dan Roti Putih
Beras yang telah direbus dan roti yang terbuat dari tepung gandum adalah dua jenis makanan yang sering kita konsumsi. Makanan yang mengandung sedikit serat ini rupanya termasuk dalam kategori makanan dengan indeks glikemik tinggi. Makanan-makanan seperti ini dicerna dan diserap ke dalam peredaran darah dengan sangat cepat, sehingga membuat kadar gula melonjak dalam waktu singkat. Hal ini pun akan membuat sel berubah dan menua lebih cepat sehingga meningkatkan risiko penyakit-penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kandung empedu, penyakit jantung, alzheimer dan beberapa jenis kanker. Makanan lain dengan indeks glkemik tinggi adalah kentang tumbuk, gandum olahan dan sereal bergula.

2. Minuman Berkarbonasi
Usut punya usut, minuman bersoda ini mempunyai kadar gula tinggi dan rendah nutrisi. Gula pada minuman ini juga dapat memicu obesitas, sehingga meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, sakit jantung dan stroke. Berdasarkan hasil riset tentang gizi yang dilakukan para pakar di Harvard School of Public Health menemukan, sekaleng minuman berkarbonasi setiap hari bisa menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan hingga tujuh kilogram dalam setahun.

3. Daging Merah
Salah satu bagian lunak pada hewan yang terbungkus kulit dan melekat pada tulang ini menjadi bahan makanan sehari-hari. Daging merah memang mengandung protein yang penting bagi perbaikan jaringan. Namun jika terlalu banyak menyantap protein hewani juga dapat memicu hilangnya kadar kalsium dari tulang. Alhasil, ini dapat mengundang risiko osteoporosis. Beberapa riset menunjukkan bahwa asupan protein yang tinggi di usia pertengahan berkaitan dengan peradangan poliartritis, di mana peradangan terjadi pada lebih dari satu jenis sendi.

4. Sosis
Jenis makanan yang terbuat dari daging cincang, lemak hewan, terna atau rempah, serta bahan-bahan lain. Sosis memang sangat lezat, namun sayangnya menurut riset terbaru di Eropa bahwa makanan ini dapat memicu risiko kanker kolorektal. Yang menjadi penyebab utamanya adalah zat N-nitroso yang bersifat karsinogenik. Zat ini terbentuk ketika bahan tambahan nitrit dicampurkan dengan daging olahan. Selain itu, sosis juga biasanya dibuat dari daging berlemak. Zat-zat kimia dan bahan tambahan lainnya dalam sosis bisa membuat organ liver seseorang bekerja lebih keras menetralkannya.

5. Kopi
Sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji dari tanaman kopi ini juga dapat menyebabkan penuaan dini. Kopi mengandung kafein. Hal penting yang belum banyak orang ketahui soal kafein adalah zat ini ternyata dapat meningkatkan hormon stres, dan pengaruhnya mampu bertahan selama berjam-jam setelah dikonsumsi. Padahal, salah satu kontribusi terbesar dari penuaan dini adalah hormon stres yang disebut kortisol. Kadar kortisol yang melambung membuat otot-otot menjadi letih, sehingga membuatnya menjadi cepat menyusut.

6. Pastri Mengandung Gula
Jenis kue panggang yang terbuat dari tepung terigu, gula, susu, mentega, lemak, bubuk pemuai dan juga telur. Pastri mengandung banyak gula sehingga dapat memicu obesitas. Selain itu kue panggang ini juga seringkali dibuat dengan minyak yang terhidrogenasi sehingga mengandung trans-fat. Minyak terhidrogenasi dibuat dengan cara menambahkan hidrogen pada minyak cair untuk menjadikannya lebih padat sehingga lebih mudah untuk disimpan. Namun begitu, proses kimia ini juga menghasilkan trans-fat. Sebagai contoh dari proses ini adalah lemak yang dihidrogenasi yaitu margarin atau mentega.
Diketahui bahwa trans-fat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung lebih besar ketimbang lemak jenuh, karena dapat menekan kolesterol baik (LDL) dan meningkatkan kolesterol jahat (HDL) dalam peredaran darah. Selain itu, kombinasi gula dan trans-fat akan membuat pankreas dan liver bekerja lebih keras. Menurut pandangan para ahli, memaksakan organ berkerja lebih keras sama artinya mengundang radikal bebas. Jika asupan makanan anti penuaan tidak mencukupi untuk melawan radikal bebas, artinya tubuh bisa menua lebih cepat dan lebih rentan terhadap penyakit.

7. Keripik dan Kentang Goreng
Sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian, buah-buahan, atau sayuran yang digoreng di dalam minyak nabati, serta potongan-potongan kentang yang digoreng dalam minyak goreng panas. Seperti yang kita tau bahwa kedua jenis makanan Keripik dan Kentang Goreng diproses dengan cara penggorengan pada suhu yang sangat tinggi, sehingga memicu pembentukan lemak jenis trans-fat. Kebiasaan mengkonsumsi makanan mengandung trans-fat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner.
Share To:

Adrian Rivaldy

Menurutku blogging dan browsing membuat waktu luang terisi dengan hal yang bermanfaat dan dapat menambah wawasan yang belum diketahui sebelumnya

Post A Comment: